Senin, 04 Mei 2015

Tugas Sofskill 2 (Sarina Nurcahaya ; 28211249 ; 4eb09)


KECENDERUNGAN GLOBAL DAN REGIONAL DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI UNTUK PENDIDIKAN

I. PENDAHULUAN
Global  menurut kamus bahasa Indonesia artinya adalah meliputi seluruh dunia. Tidak ada satu wilayah pun yang dapat menghindari dari kecenderungan perubahan yang bersifat global, dan dengan segala problem serta tantangan- tantangan yang menyertainya. Perubahan yang bersifat global yang begitu cepat menuntut kepekaan organisasi dalam merespon perubahan yang terjadi agar tetap exist dalam kancah persaingan global. Dunia pendidikan juga harus mengantisipasi kecenderungan-kecenderungan global yang akan terjadi. Sebelum kita memasuki kecenderungan tersebut, mari kita simak beberapa pengertian dari pada teknologi informasi menurut beberapa ahli, antara lain :
Haag & Keen (1996)
Seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi .
Martin (1999)
Tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memroses dan menyimpan informasi, namun juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Williams & Sawyer (2003) 
Teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer dengan jalur  komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan  video) Teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa Teknologi Informasi adalah suatu Teknologi yang gunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi  data dalam  berbagi cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan,  akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, pendidikan dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

II. KECENDERUNGAN GLOBAL DAN REGIONAL DALAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Beberapa kecenderungan global yang perlu untuk diantisipasi oleh dunia pendidikan antara lain adalah:
Pertama
Proses investasi dan re-investasi yang terjadi di dunia industri berlangsung sangat cepat, menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang sangat cepat pula pada organisasi kerja, struktur pekerjaan, struktur jabatan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
Kedua
Perkembangan industri, komunikasi dan informasi yang semakin cepat akan melahirkan “knowledge worker” yang semakin besar jumlahnya. Knowledge worker ini adalah pekerjaan yang berkaitan erat dengan information processing.
Ketiga
Berkaitan dengan dua kecenderungan di atas, maka muncul kecenderungan bahwa pendidikan bergeser dari ide back to basic ke arah ide forward to future , yang mengandalkan pada peningkatan kemampuan TLC (how to think, how to learn and how to create). How to think menekankan pada pengembangan berfikir kritis, how to learn menekankan pada kemampuan untuk bisa secara terus menerus dan mandiri menguasai dan mengolah informasi, dan how to create menekankan pada pengembangan kemampuan untuk dapat memecahkan berbagai problem yang berbeda-beda.
Keempat
Berkembangnya school based management, seiring dengan itu, kreatifitas guru, maka akan bermunculan diberbagai bentuk praktek pendidikan yang berbeda satu dengan yang lain, yang kesemuanya menuju pendidikan yang produktif, efisien, relevan dan berkualitas.
Kelima
Semua bangsa akan menghadapi krisis demi krisis yang tidak hanya dapat dianalisis dengan metode sebab-akibat yang sederhana, tetapi memerlukan analisis system yang saling bergantungan.
Kecenderungan-kecenderungan tersebut di atas menuntut kuaIitas sumber daya manusia yang produktif, kreatif dan berkualitas untuk menghadai perkembangan yang terjadi dewasa ini.

III. PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek "Flexible Learning". Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang "Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)" yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
•Bishop G(1989)
meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (fleksible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis , usia maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
•Mason R. (1994)
berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh "Jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan berkolaborasi, bukannya gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara di kaya dan si miskin.
•Tony Bates (1995)
menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.
•Alisjahbana I. (1966)
mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat "Saat itu juga (Just on Time)". Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan interdisipIiner
Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi,  pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua  arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja  "saat itu juga” dan kompetitif.
Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning),  yang memungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.
Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh dimasukan sebagai strategi utama penyelenggaraan pendidikan.
Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan, akan lebih mudah dan cepat dilakukan.  
Instrumen pendidikan (seperti: guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.
Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif (seperti: CD-ROM Multimedia dan internet), dalam pendidikan secara bertahap akan menggantikan penggunaan TV dan Audio - Video.
Pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatife pendidikan yang cukup digemari. Metode pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat atau dilengkapi dengan materi audio dan video.
Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa komputer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra sebanyak 80 negara di dunia. Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.

IV. TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA
Tantangan utama dunia pendidikan Indonesia dewasa ini dan di masa depan  adalah kemampuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam kaitan ini menarik untuk dikaji bagaimana kualitas pendidikan kita dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga bisa menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas sebagaimana diharapkan, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang produktif, efisien, dan memiliki kepercayaan yang kuat sehingga mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam hidupan global ini.
Sejarah perkembangan ekonomi di banyak negara industri telah membuktikan pentingnya peran kualitas sumberdaya manusia dalam pembangunan. Berdasarkan data tersebut telah muncul strategi pembangunan yang dikenal dengan istilah human reseources based economic development, yang telah dipraktekkan dan mengantar negara-negara, seperti Taiwan, Korea Selatan, Singapore menjadi negara-negara industri baru.

V. PENDIDIKAN BERWAWASAN GLOBAL
Pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan globalisasi. Pendidikan tidak mungkin menisbikan proses globalisasi yang akan  mewujudkan masyarakat  global ini. Dalam menuju era globalisasi, Indonesia harus melakukan reformasi dalam proses pendidikan, dengan tekanan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan fleksibel, sehingga para lulusan dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global demokratis. Untuk itu, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan para peserta didik mengembangkan potensi yang miliki secara alami dan kreatif, dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan dan tanggung jawab.
Di samping itu, pendidikan harus menghasilkan lulusan yang dapat memahami masyarakatnya dengan segala faktor yang dapat mendukung mencapai sukses ataupun penghalang yang menyebabkan kegagalan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu altematif yang dapat dilakukan adalah mengembangkan pendidikan yang  berwawasan global.
Pendidikan yang berwajah Indonesia. Dimulai dari  pembahasan tentang suatu penyataan hipotetis bahwa berbagai persoalan dimasyarakat seperti pengangguran, tidak dapat dilepaskan dari keberadaan sistem pendidikan yang tidak pas dengan budaya lndonesia. Untuk menemukan pendidikan yang berakar budaya bangsa perlu dilaksanakan penajaman penelitian pendidikan. Namun dalam  mencari pendidikan yang berakar pada budaya bangsa tidak berarti bahwa pendidikan harus bersifat eksklusif. Hal ini bertentangan dengan realitas globalisasi. Oleh karena itu, pencarian pendidikan yang berakar pada budaya bangsa harus pula memahami globalisasi yang dapat dikaji berdasarakan perspektif kurikuler dan perspektif reformasi (akan dibahas pada bab ini).
Tantangan yang mendasar adalah bagaimana dapat melakukan reformasi pendidikan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi level kelas. Sejalan dengan upaya menemukan pendidikan yang berwajah Indonesia yang bermutu, kemampuan guru, kemauan guru dan kesejahteraan guru mutlak harus ditingkatkan. Upaya ini, jelas, bukan-hal-yang mudah tetapi sekaligus menantang. Sebab, guru di masa depan akan menghadapi persoalan-persoalan yang berbeda dengan di masa sekarang. Sosok guru di masa depan harus mulai dipikirkan. Pada prinsipnya tugas guru adalah mengimplementasikan kurikulum dalam level kelas. Kurikulum bagaikan paru-paru pendidikan, kalau baik paru-parunya baik pulalah tubuhnya.
Dan juga prestasi siswa memang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar guru semata. Kultur / budaya sekolah yang oleh berbagai penelitian dipastikan ikut memegang peran penting.
Pendidikan berwawasan global dapat dikaji berdasarkan dua perspektif: Kurikuler dan perspektif Reformasi sebagai berikut :
a. Perspektif Kurikuler
Berdasarkan perspektif kurikuler, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga terdidik kelas menengah dan professional dengan meningkatkan kemampuan individu dalam memahami masyarakatnya dalam kaitan dengan kehidupan masyarakat dunia, dengan ciri-ciri:
a) mempelajari budaya, sosial, politik dan ekonomi bangsa lain dengan titik berat memahami adanya saling ketergantungan,
b) mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk dipergunakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat,
c) mengembangkan berbagai kemungkinan berbagai kemampuan dan keterampilan untut bekerjasama guna wujudkan kehidupan masyarakat dunia yang lebih balk.
Oleh karena itu pendidikan berwawasan global akan menekankan pembahasan materi yang mencakup :
1. Adanya saling ketergantungan diantara masyarakat dunia,
2. Adanya perubahan yang akan terus berlangsung dari waku ke waktu,
3. Adanya perbedaan kultur di antara masyarakat atau kelompok-kelompok dalam masyarakat oleh karena itu perlu adanya upaya untuk saling memahami budaya yang lain,
4. Adanya kenyataan bahwa kehidupan dunia ini memiliki berbagai keterbatasan antara lain dalam ujud ketersediaan barang-barang kebutuhan yang jarang, dan,
5. Untuk dapat memenuhi kebutuhan yang jarang tersebut tidak mustahil menimbulkan konflik-konflik.
Berdasarkan perspektif kurikuler ini, pengembangan pendidikan berwawasan global memiliki implikasi ke arah perombakan kurikulum pendidikan. Mata pelajaran dan mata kuliah yang dikembangkan tidak lagi bersifat monolitik melainkan lebih banyak yang bersifat integratif. Dalam arti mata kuliah lebih ditekankan pada kajian yang bersifat multidispliner, interdisipliner dan transdisipliner.
b. Perspektif Reformasi
Bendasarkan perspektif reformasi, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat sangat kompetitif dan dengan derajat saling ketergantungan antar bangsa yang amat tinggi. Pendidikan harus mengkaitkan proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dengan nilai-nilai yang selalu berubah di masyarakat global. Oleh karena itu sekolah harus memiliki orientasi nilai, di mana masyarakat kita harus selalu dikaji dalam kaitannya dengan masyarakat dunia.

VI. DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF DARI PEMANFAATAN TIK
1. Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan:
a.    Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
b.   Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
c.    Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
d.   Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
2. Dampak Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan:
a.    Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
b.   Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
c.    Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
Menurut pendapat para pakar informasi, dampak negative dari berbagai fasilitas komunikasi, termasuk internet, sama sekali tidak dapat dipandang sebelah mata, karena dampak negatif tersebut sangat mempengaruhi aktivitas penggunanya. Berikut ini contoh kejahatan maupun tindakan amoral yang paling banyak ditemui sebagai dampak negatif TIK, diantaranya: Pornografi, Tayangan berupa kekejaman dan kesadisan, Penipuan, Carding, Perjudian dan Ketergantungan.
3. Dampak negatif TIK diatas dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

a. Menegakkan fungsi hukum yang berlaku, misalnya pembentukan chiber task yang bertugas untuk menentukan standar operasi pengendalian dalam penerapan teknologi informasi di instansi pemerintah. Hal ini meliputi keamanan teknologi, system rekap data, serta fungsi pusat penanganan bencana.
b. Menghindari penggunaan telepon seluler berfitur canggih oleh anak-anak dibawah umur dan lebih mengawasi pemakaian ponsel.
c. Televisi:
·      Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan, dan tayangan mistis.
·      Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang tengah ditayangkan.
·      Mengaktifkan penggunaan fasilitas Parental Lock pada TV kabel dan satelit.
·      Menghindari penempatan TV pribadi di dalam kamar.
4. Komputer dan internet:
·      Mewaspadai muatan pornografi digital (online maupun offline).
·      Mewaspadai kekerasan pada game.
·      Cek history browser pada computer anak untuk melihat apa saja yang sudah dilihatnya.
·      Menggunakan program filtering dan Parental Control.
·      Meletakkan computer pada tempat yang dapat diawasi, hindari penempatan computer di dalam kamar.
·      Jika terpaksa meletakkan computer dalam kamar anak, jangan melengkapinya dengan fasilitas internet.
5. Perbanyak buku yang bersifat edukatif di rumah.
4. kendala dalam penerapan aplikasi teknologi informasi itu sendiri. Diantaranya :
1.     Kurangnya ketersediaan sumber daya manusia
2.    Kurang siapnya proses transformasi teknologi
3.    Belum memadainya infrastruktur telekomunikasi
4.    Belum memadainya perangkat hukum yang mengaturnya
5.    Memerlukan biaya yang cukup tinggi
6.    Belum meratanya jaringan di seluruh Indonesia

VII. KIAT-KIAT DALAM MENGHADAPI TANTANGAN KECENDERUNGAN GLOBAL DALAM
       PEMENFAATAN TIK UNTUK PENDIDIKAN BAGI GURU/PENGEJAR
-          Mengadakan dan mengikuti kegiatan pelatihan computer ditempat a bekerja atau organsisasi yang mewadahi mereka, seperti : KKG (Kelompok Kerja Guru), dan lain-lain.
-          Mengadakan kegiatan in house training, artinya melakukan kegiatan evaluasi setelah kegiatan pelatihan telah selesai dilakukan.
-          Tersedianya fasilitas di sekolah dan masuk dalam sebuah system sekolah.
-          Berawal dari pribadi guru sendiri ada atau tidaknya keinginan untuk meningkatkan atau mengembangkan kemampuan diri (peningkatan SDM).

VIII. PENUTUP
Perkembangam teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Oleh karena itu, diperlukan suatu kerangka teknologi informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia yang siap dan dapat menyediakan akses universal terhadap informasi kepada masyarakat luas secara adil dan merata, meningkatkan koordinasi dan pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan efisiensi produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia, meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk penerapan peraturan perundang-undangan yang mendukungnya. Mendorong pertumbuhan duania pendidikan dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.




Jumat, 03 April 2015

Tugas Sofskill Ganjil (Sarina Nurcahaya, 28211249, 4EB09)



*Kenapa Kita Harus Belajar Akuntansi Internasional
             Menurut saya alasan mengapa kita harus belajar Akuntansi  Internasional karena akuntansi internasional memainkan peranan yang sangat penting dalam masyarakat. Sebagai cabang ilmu ekonomi, akuntansi memberikan informasi mengenai suatu perusahaan  dan transaksinya untuk memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna informasi tersebut. Jika informasi yang dilaporkan dapat diandalkan dan bermanfaat, sumber daya yang terbatas tersebut dialokasikan secara optimal, dan sebaliknya alokasi sum berdaya akan menjadi kurang optimal jika informasi kurang andal dan tidak bermanfaat. Akuntansi  internasional tidaklah berbeda dan peranan yang dimaksudkan. Yang membuat studinya berbeda adalah bahwa perusahaan yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinational compain, MNC) dengan operasi dan transaksi yang melintasi batas-batas negara, atau suatu perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna yang berlokasi di negara selama negara perusahaan pelaporan.
            Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas: pengukuran, penguιngkapan,dan auditing. Pengukurаn adalah proses mengidenlifikasikan, mengelompokkan, dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. Pengukuran ini memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitasopensi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya. Pengungkapan adalah proses di mana pengiktisaran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan. Bidang ini memusatkan perhatian pada isu-isu seperti apa yang akan dilaporkan, kapan, dengan cara apa, dan kepada siapa. Auditing adalah proses di mana kalangan protesional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi. Apabila auditor internal adalah karyawan perusahaan yang bertanggung jawab kepada manajemen, maka auditor eksternal adalah pihak bukan karyawan yang bertanggung jawab untuk melakukan atestasi bahwa laporan keuangan perusahaan disusun menurut standar akuntansi yang berlaku umum.

* Defenisi Akuntansi Internasional
            Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya.
* Tujuan Akuntansi Internasional
a.      Mengidentifikasi sejarah perkembangan akuntansi internasional.
b.     Memperkenalkan berbagai perbedaan nasional dalam sistem akuntansi di dunia.
c.      Meringkas evolusi bisnis sampai zaman modern.
d.     Membahas pentingnya dimensi akuntansi dalam bisnis global dan topik-topik penting yang membentuk akuntansi internasional.

       Akuntansi Internasional juga termasuk akuntansi yang bertujuan umum yang berorientasi nasional, dalam arti luas untuk :
a.   Analisa komparatif internasional.
b.   Pengukuran dari isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi-transaksi bisnis multinasional.
c.   Kebutuhan akuntansu bagi pasar-pasar keuangan internasional
d.   Harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar.



*Alasan Mengapa Perusahaan Untuk Go Internasional
Survei yang dilakukan oleh Deloitte Touche Tohmatsu Internationaly terhadap 400 perusahaan di 20 negara maju, beberapa alasan untuk  go International adalah :
a.     Kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
b.    Kurangnya ketergantungan pada ekonomi dalam negeri.
c.     Permintaan konsumen
d.    Rendahnya kos.

Selain itu juga dikemukakan beberapa alasan, kenapa perusahaan tidak melanjutkan usahanya untuk go public. Alasan yang utama adalah :
a.      Kesalahan perkiraan pemasaran yang terlalu tinggi
b.      Kesalahan operasional
c.       Masalah dengan partner bisnis
d.        Konflik politik
*  Berbagai  Bentuk Keterlibatan Internasional
Suatu perusahaan dapat menjalankan bisnis internasional dengan memilih berbagai tipe aktivitas dan tingkat keterlibatan. Di bagian ini akan dibahas berbagai tipe keterlibatan dalam bisnis internasional.
a. Perusahaan internasional – eksportir
Perusahaan yang mengekspor produk dan jasanya di klasifikasikan sebagai perusahaan internasional.
     b.  Strategic Alliance
     Suatu perusahaan mungkin berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk berbagai hak dan tanggung jawab dalam pendapatan dan pengeluaran.


c. Perusahaan Multinasional
Perusahaan yang menganggap dunia sebagai kesatuanpasar disebut perusahaan multinasional.
*Permasalahan  Utama dalam Akuntansi   Internasional
1.     Tantangan yang dihadapi Akuntansi Internasional
            Bisnis internasional menimbulkan saling ketergantungan ekonomi             antarnegara, yang pada akhirnya berpengaruh pada :
a.   Operasional perusahaan multinasional yang semakin mengglobal, meliputi pengembangan produk, produksi, dan marketing. Transfer teknologi menjadi faktor penting pada operasi global.
b.   Pasar Global yang mengglobal, memberi kesempatan bagi investor & kreditor untuk melakukan aktivitas financing yang mendunia.
Dua hal di atas memperluas cakupan akuntansi internasional. Perdagangan dan investasi internasional menimbulkan beberapa topik baru, di antaranya :
a.      Transaksi mata uang asing.
b.      Translasi mata uang asing.
c.      Pajak untuk operasi internasional.
d.      Konsolidasi laporan keuangan dengan subsidiary dan afiliasi.
e.       Transfer pricing.
f.      Comparative disclosure.

2.     Lingkungan yang mempengaruhi akuntansi
Pada bagian ini, akan dibahas lima lingkungan yang mempengaruhi akuntansi, yaitu :
a.      Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi negara industri beda dengan negara agraris. Aktiva tidak berwujud lebih penting di negara yang ekonominya maju di bandingkan negara yang ekonominya baru berkembang.
b.     Sistem Politik
Sistem politik suatu negara memberi pengaruh penting karena bisa menentukan kebijakan ekonomi.
c.      Sistem Hukum
Di beberapa kota sekarang eropa barat dan America Serikat, sistemhukum memiliki dampak langsung akuntansi.
d.   Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan berdampak pada sistem akuntansi suatu negara melalui dua cara yaitu memiliki skill dan Latar belakang pendidikannya.
e.    Agama
Di beberapa negara, misalnya Pakistan, “profit” atau “in – come” mungkin tidak menjadi masalah, tetapi “interest” mungkin menjadi masalah.

*  Standar Pelaporan di Beberapa Negara
1.     Australia
     Standar akuntansi di australia berasal dari :
a.   The Corporation  Law and Regulation yang mengatur perusahaan – perusahaan di Australia dan keharusan untuk melakukan pengungkapan laporan keuangan.
b.   The Annual Repoting Acts yang menetapkan standar akuntansi bagi sektor publik.

c.    The Australian Accounting Standard an Accounting Guidance Release yang memberikan interprestasi dari standar tertentu atau isu – isu baru.

2.     Brazil
                 Standar akuntansi di Brazil dibentuk oleh The Securities Exchange Commission    dan The Brazilian Accountants’ Institute. Basis utama pengukuran adalah historical cost.
3.     Kanada
     Standar akuntansi di kanada diterbitkan oleh The Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA).
4.     Prancis
     Dua badan yang bertanggung jawab dalam menetapkan standar akuntansi di Prancis adalah The Institute of Public Accountant and Authorized Accountants dan The Stock Exchange Commision. Sumber dari standar ini adalah Business Code dan General Accounting.
            Semua subsidiary harus dimasukkan dalam laporan konsolidasi, kecuali :
a.       Subsidiary yang kontrolnya temporer
b.    Subsidiary yang operasinya tidak sama dengan induk, sehingga jika di sajikan tidak bermanfaat.
c.    Subsidiary yang asetnya rusak secara permanent dan serius.
5.      Jerman
            Standar akuntansi di jerman bersumber dari The German Commercial Code.
            Di jerman, suatu perusahaan diharuskan untuk menyajikan laporan keuangan               konsolidasi dan laporan manajemen tidak lebih dari 5 bulan setelah tanggal             neraca jika ada salah satu kondisi di bawah ini :
a.   Memiliki voting interest.
b.    Memiliki hak untuk mengangkat atau memberhentikan sebagian besar karyawan subsidiary.
c.    Merupakan persetujuan yang dihasilkan untuk mengontrol pengaruh induk ke cabang.
            Commercial Code mengharuskan laporan segmen industrial dan geografi.
6.     Jepang
            Di Jepang, standar akuntansi harus tunduk kepada :
a.   Income Tax Law (Zeiko).
Income Tax Law menentukan pendapatan kena pajak. Semua biaya dan catatan untuk tujuan pajak harus dimasukkan untuk tujuan pelaporan.
b.   Financial Accounting Standard for Business Enterprises, yang berisi standar umum, standar laporan rugi laba dan standar neraca.
c.   Pernyataan dari Audit Committee of The Japanesse Institute of Certified Public Accountant.
7.      Meksiko
   Di Meksiko terdapat 4 kategori standar, yaitu Generally Accepted    Accounting Principles, Generally Auditing Standards, Code of Ethics, dan    Continuing Professional Standard. Semua standar tersebut ditetapkan oleh    The Mexican Institute of Public Accountants. Meksiko menganut prinsip realisasi, historical cost, going concern, materialitas, konsistensi, dan             kecukupan dalam pengungkapan.
   Jika perusahaan induk memiliki kontrol langsung atau tidak langsung       lebih besar atau sama dengan 50% saham, subsidiary ini harus      dikonsolidasikan. Pengecualian dilakukan jika subsidiary :
a.   Kontrol hanya temporer.
b.    Bisnis tidak sama dengan induk.
c.   Kontrol induk terbatas.
d.   Akan bangkrut.
8.      Belanda
            Standar akuntansi di Belanda adalah Title 9 of The Civil Code. Title 9             memberikan garis besar konsep akuntansi yang harus ada dalam penyusunan             laporan keuangan.
a.   Aktivitasnya berbedaa.
b.   Jika kelompok perusahaan secara total tidak signifikan.
c.   Jika data keuangan tidak dapat diperoleh atau ada hambatan.
d.    Kelompok perusahaan akan dijual.
9.      Nigeria
            The Nigerian Accounting Standar Board (NASB) menerbitkan statement of              The Accounting Standar (SAS) yang bersumber dari Internasional             Accounting Standar (IAS) sebagai standar akuntansi di Nigeria.

Penyusunan laporan keuangan menggunakan basis akrual dan        historical cost. Semua subsidiary harus dilakukan konsolidasi, kecuali :
a.      Peningkatan equity tidak memberi nilai tambah bagi induk.
b.      Kontrol bersifat sementara.
c.        Kontrol sulit dilakukan.
d.     Operasional subsidiary tidak sama dengan induk, sehingga informasi yang diberikan tidak berguna.



10.  Inggris
            The Accounting Standards Board (ASB) menyusun dan menerbitkan         standar akuntansi.
            Pengecualian untuk laporan keuangan konsolidasi jika :
a.   Investasi ke subsidiary tidak material.
b.    Ada pembatasan sehingga perusahaan induk tidak bisa melakukan kontrol.
c.   Informasi subsidiary tidak dapat diperoleh.
d.   Subsidiary untuk dijual kembali.
e.   Operasi subsidiary tidak sama dengan induk.
11.  Amerika Serikat
                        Kongres Amerika Serikat memberikan tanggung jawab pada Securities & Exchange Commission (SEC) untuk menetapkan Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) untuk perusahaan yang sahamnya diperdagangkan secara publik. SEC kemudian mendelegasikan sebagian besar tanggung jawab kepada profesi akuntansi, antara lain :
a.   Financial Accounting Standards Board (FASB).
b.   Government Accounting Standars Board (GASB).
c.   The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA).

http://abdulmadjidarfiansyah.blogspot.com/2013/04/definisi-akuntansi-internasional.html
https://www.academia.edu/6468602/BAB_I_PENDAHULUAN_AKUNTANSI_INTERNASIONAL